Monday, May 29, 2017

KULINER PASURUAN: “AYAM BAKAR WONG SOLO SEDARUM”



Apa yang ada di benak anda tentang judul di atas?
Pasti masalah perut ya, tentunya perut yang sedang lapar sudah pasti membayangkan yang enak-enak. Begitu juga dengan saya yang setelah melakukan perjalanan pulang dari bepergian dari Surabaya pasti melewati Kuliner Pasuruan ini.

“Ayam Bakar Wong Solo” begitu biasanya kita memanggil tempat makan ini, usaha kuliner yang berdiri sekitar tahun 1991-an ini didirikan pertama kali oleh Bapak Puspo Wardoyo. Namun kali ini saya tidak membicarakan tentang sejarah dan manajemen dari Ayam Bakar Wong Solo ini, namun lebih membicarakan tentang kenikmatan berkuliner dan konsep minimalis pada tempat makan ini.




Kebetulan memang, setelah menikmati perjalanan, saya mampir di “Ayam Bakar Wong Solo” kuliner di Pasuruan yang berada di Jalan Raya Sedarum, Nguling Pasuruan, searah menuju Kota Probolinggo. Restoran ini buka mulai pukul 08.30 sampai dengan pukul 22.00.


Ada satu hal yang menrik perhatian saya, begitu masuk di halaman parkir Ayam Bakar Wong Solo ini, yang berada di daerah pantai utara dan merupakan akses darat menuju ke Bali. Tepat sekali ide dari pemilik ayam bakar ini untuk memberikan parkir yang luas dan lapang. Dan satu lagi untuk konsep bangunan memang berbeda dibanding Ayam Bakar Wong Solo model lama, kalau sekarang, apalagi yang ada di Sedarum Nguling ini, bangunannya dikonsep minimalis modern, sehingga lebih menarik lagi. Terdapat  dua lantai, lantai bawah digunakan untuk makan di meja dan lebih lapang serta dilantai bawah juga merupakan tempat operasional untuk tempat makan ini, mulai dari memasak sampai dengan tempat pembayaran (kasir). Namun di lantai atas lebih dibuat dengan konsep lesehan.


Karena sekarang memang jam makan siang, maka kami sekeluarga meminta daftar menu untuk makan siang. Agar kami bisa segera memilih makanan dan minuman. Menu yang ditawarkan sangat beragam, mulai dari ayam bakar atau goreng, ayam penyet, bebek goreng, menu yang berbau ikan, bahkan disini juga disediakan lele baik penyet atau pun goreng dan tidak lupa disini juga disediakan ayam goreng lombok ijo lho. Selain lauk tadi juga ada sayuran dan berbagai macam makanan tambahan, misalnya cah kangkung, oseng tempe lombok ijo, tahu atau tempe goreng, bahkan tahu atau tempe penyet juga disediakan. Pokoknya berbagai macam makanan pilihan bisa diplih sebagai teman makan pengisi perut yang sedang lapar.

Akhirnya, saya pun memilih makanan yang khas di Ayam Bakar Wong Solo ini, “Ayam Bakar” dan tidak lupa nasi putih. Saya meminta bagian dada ayam, karena memang favorit. Dengan harga Rp. 18.000,- per porsi, rasanya yang enak dan harga yang terjangkau, paket lengkapnya membuat kita berselera untuk menghabiskan makanan yang telah tersaji.

Kalau dilihat sajian per porsi, terdiri atas ayam bakar, nasi putih dan sebagai pelengkap juga ditambahkan oseng tempe dan tahu tepung, lengkap banget, dalam satu porsi ayam bakar di wong solo ini.

Untuk minuman, saya mencoba minuman yang lain, kalau biasanya saya setelah makan hanya memesan es teh, maka di ayam bakar wong solo ini, saya memesan cincau hitam (per gelas nya Rp. 15.000). Rasanya segar, sangat terasa kenikmatan cincaunya.


Kenikmatan kuliner enak Pasuruan di ayam bakar wong solo ini memang berbeda dibandingkan tempat kuliner lain, selain rasanya yang nikmat juga ditunjang tempatnya yang nyaman, dengan tempat yang luas, perkiraan saya, pada satu sesi misalnya dengan rombongan bisa menampung hingga 30 sampai 40 orang. Cocok juga untuk berkuliner bersama keluarga dan teman.

Oke kawan selamat berkuliner dan menikmati santap siang ya...


CULLINARY SUMMARY

ü  Budget Aman            : Rp. 25.000 – Rp. 40.000 per orang.
ü  Tempat Parkir          : Tersedia
ü  Wifi                         : Tidak Ada
ü  Cara pembayaran     : Cash
ü  Alamat                     : Jalan Raya Sedarum, Nguling, Pasuruan, Jawa Timur.
ü  Jam buka                 : Pukul 08.30 sampai dengan 22.00 WIB
ü  Contact Person         : Telpon 0343 - 4506175

0 comments:

Post a Comment