Sunday, August 20, 2017

EVEN KULINER SURABAYA: ‘KULINER ANGKRINGAN TUNJUNGAN 2017’



Event kuliner adalah suatu aktivitas yang menyenangkan bagi orang-orang atau pun masyarakat yang menyukai kuliner, bukan lagi suka, namun juga penikmat kuliner. Pada kesempatan ini juga, saya juga memiliki kesempatn untuk menikmati sebuah event kuliner di Surabaya. Event ini menjadi sebuah wisata kuliner untuk warga Kota Surabaya pada khususnya dan masyarakat di Jawa Timur untuk menikmati kuliner.

‘Kuliner Angkringan Tunjungan 2017’ adalah sebuah kegiatan kuliner yang dilaksanakan di Jalan Tunjungan Surabaya, pada hari Sabtu tanggal 19 Agustus 2017. Kegiatan ini sangat menarik perhatian bagi pecinta kuliner apalagi konsep yang diusung adalah konsep makanan murah dan merakyat yaitu ‘konsep angkringan’. Hal yang menarik lainnya adalah acara ini dilaksanakan bertepatan dengan HUT (Hari Ulang Tahun) Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945 yang ke 72, hal ini menciptakan suatu sensasi tersendiri karena menumbuhkan kecintaan pada produk makanan dalam negeri (makanan lokal).
Dengan menempatkan setiap even kuliner di Jalan Tunjungan Surabaya hal ini membuat terciptanya pesan secara tidak tertulis di benak masyarakat bahwa setiap event kuliner yang dilaksanakan di Jalan Tunjungan menjadi tempat makan enak di Surabaya.




KONSEP. Bagi masyarakat yang mengetahui tentang konsep kuliner yang telah ada di berbagai daerah, konsep ‘angkringan’ pada event kuliner angkringan Tunjungan ini menjadi hal yang berbeda baik dari sisi makanan yang disajikan dan minuman yang ditawarkan. Namun bagi masyarakat umum dan awam yang hanya mengetahui adanya pameran atau bazar makanan, tentunya acara yang bertajuk angkringan ini tidak menjadi masalah, karena masyarakat ini hanya ingin menikmati kuliner yang disajikan dan berwisata kuliner untuk beristirahat dari sibuknya waktu. 


Konsep angkringan ini pada awalnya lahir di Kota Budaya Yogyakarta, yang bisa diartikan sebagai tempat nongkrong dan duduk santai. Tempat nongkrong ini dibuat dengan menggunakan gerobak dorong sederhana, yang menyajikan makanan murah dan terjangkau. “Egaliter” hal ini menjadi ciri khas tersendiri karena yang datang di angkringan ini dari semua kalangan, baik dari tukang becak sampai dengan pejabat. Berbeda di Yogyakarta berbeda pula dengan di Kota Solo, di kota ini angkringan disebut dengan ‘HIK’ atau ‘Hidangan Istimewa Kampung’.



ANGKRINGAN DI SURABAYA. Berbeda dengan di Kota Yogyakarta dan di Kota Solo, angkringan di Kota Surabaya menjadi hal yang berbeda. Secara konsep umum dan penampakan, sebenarnya warung-warung kopi yang ada di Kota Surabaya sama dengan konsep angklringan yaitu sebagai tempat nongkrong dan tempat minum kopi. Yang membedakan hanya makanan yang disajikan, kalau angkringan di Kota Yogyakarta, terdapat aneka ragam sate, namun di Kota Surabaya, angkringan menjadi berkembang dan berevolusi menjadi hal yang menarik.
Salah satu contohnya, pada event kuliner Angkringan Tunjungan Surabaya ini. Kuliner yang ditawarkan menjadi sangat beraneka ragam.  Dengan menempatkan makanan asli khas Surabaya, nama angkringan menjadi hal yang menarik. Makanan yang ditawarkan dan dijual sangat beraneka ragam mulai dari rujak cingur, nasi bebek goreng, soto ayam, gado-gado, lontong balap, semanggi kas Surabaya.



MANFAAT POSITIF EVEN KULINER ANGKRINGAN TUNJUNGAN. Even kuliner ini menjadi even kuliner basar di Surabaya yang menjadi ajang hiburan bagi warga masyarakat Kota Surabaya. Apalagi dalam kondisi saat ini, yang diperlukan sebuah wadah hiburan murah untuk masyarakat, ajang ini bisa menjadi sebuah ajang penghibur untuk masyarakat. Selain itu even ini juga bisa menjadi ajang silaturahmi untuk warga Kota Surabaya.

 
Dengan makanan khas yang ditawarkan, even ini menjadi sebuah wahana wisata kuliner dengan berkumpulnya para pedagang baik itu pedagang online yang mulai memperkenalkan produknya sampai dengan usaha kuliner profesional. Manfaat positif lainnya adalah bertambahnya pundi-pundi rupia bagi para penjual kuliner di even kuliner ini. Dengan meningkatnya penjualan melalui salah satu even, hal ini bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat.



HAL NEGATIF PADA EVEN KULINER ANGKRINGAN. Jangan khawatir dengan sub judul ini, ada kekurangan pada sebuah acara yang diselenggarakan. . . Jawabnya pasti.... Namun pada Even Kuliner Angkringan Tunjungan ini kekurangannya tidak terlalu signifikan, kekurangannya hanya terletak pada kesesuaian tema dengan kondisi nama angkringan sebenarnya di Yogyakarta. Di Yogyakarta, makanan minuman yang disajikan dan ditawarkan pada konsep angkringan ini berupa sego atau nasi kucing dan berbagai macam aneka sate mulai sate telur puyuh, sate cecek atau sate kulit sapi, sate usus dan lain-lain. Namun pada even ini, angkringan ini menjadi berkembang dengan menawarkan makanan khas Kota Surabaya, misalnya rujak cingur, lontong balap dan lain-lain.
Jadi apapun kulinernya dan acaranya tetap dinikmati saja kawan.


Itu tadi kawan, sekelumit uraian tentang ‘Even Kuliner Angkringan Tunjungan’. Semoga tulisan ini bisa menambah wawasan tentang dunia kuliner kita.

0 comments:

Post a Comment